Pesona Wisata Jalan Malioboro Yogyakarta

Berkunjung ke Yogyakarta tidak akan lengkap tanpa mengunjungi Malioboro. Jalan yang menjadi salah satu landmark kota Yogyakarta ini memang menawarkan pesona yang luar biasa. Tidak hanya menawarkan wisata belanja, kuliner, dan budaya, Malioboro juga menawarkan wisata sejarah. Karena itu jalan Malioboro tidak pernah sepi dari pengunjung (wisatawan) lokal maupun internasional.

 

Jalan Malioboro terbentang dari utara ke selatan, sepanjang kurang lebih 1 km. Di ujung utara ada Stasiun Tugu (stasiun kereta api) dan di ujung selatan ada Istana Presiden RI, Benteng Vredeburg, monumen serangan 11 maret dan gedung bekas peninggalan belanda yang kini menjadi kantor pos pusat Yogyakarta dan bank BNI.

wisata jalan malioboro yogyakarta

Kalau kita dari arah utara, sebelum benteng Vredeburg, terdapat Pasar Beringharjo, pasar tradisional terbesar di Yogyakarta yang terkenal dengan batik-batik murahnya. Persis di depan pintu masuk pasar Beringharjo, terdapat pedagang-pedagang kuliner tradisional khas Yogyakarta. Kita bisa langsung menikmatinya di tempat atau dibungkus untuk di bawa pulang.

Di depan Benteng Vredeburg dan Istana Presiden terdapat ruang publik yang menjadi tempat favorit masyarakat kota Yogyakarta dan para wisatawan untuk bersantai, bercengkrama, dan berfoto-foto, sambil menikmati hidangan kuliner kaki lima yang ada di situ.

Sepanjang jalan Malioboro dihiasi dengan pemandangan kereta kuda (andong) yang berjejer rapi menunggu calon penumpang serta deretan toko-toko di kedua sisi jalan. Di emperan toko-toko tersebut terdapat pedagang-pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam pernak-pernik khas Yogyakarta. Seperti: baju batik, tas, kaos, dan kerajinan khas lainnya. Ada juga beberapa seniman tato kontemporer dan lukis wajah.

Ketika malam makin larut, emperan-emperan toko tersebut tidak lantas tidur tapi berubah menjadi etalase wisata kuliner malam, lengkap dengan hiburan lantunan musik dan suara-suara merdu dari para pengamen jalan Malioboro.

Jalan Malioboro juga sering menjadi tempat bagi para seniman untuk menampilkan karya seninya. Ada juga event karnaval budaya yang rutin diadakan setiap tahun, yaitu: Jogja Java Carnival (setiap bulan Oktober), Festival Kesenian Yogyakarta (Juni – Juli), dan  Pekan Kebudayaan Tionghoa (berdekatan dengan IMLEK). Ada juga festival budaya yang bersifat insidental (waktu pelaksanaannya tidak menentu).

Orang yang berkunjung ke Malioboro tidak perlu takut soal penginapan, karena disepanjang jalan sekitar malioboro banyak hotel-hotel. Dari hotel paling murah sampai hotel paling mahal, ada.

Saran kami, kalau berkunjung ke Yogyakarta dan berencana menginap di hotel, sebaiknya lakukan reservasi (booking) kamar hotel jauh-jauh hari. Sebab, kamar-kamar hotel di sekitar Malioboro cepat sekali penuh. Apalagi di hari-hari libur dan akhir pekan (Jumat, Sabtu, Minggu).

Untuk melihat daftar hotel di Malioboro sekaligus melakukan reservasi (booking) kamar, Anda bisa langsung klik tulisan ini: Hotel Dekat Malioboro Yogyakarta.